6 PILAR DAKWAH SALAFIYYAH

6 PILAR DAKWAH SALAFIYYAH

Dakwah salafiyah berisi ajakan mengikuti para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in dalam beragama. Salaf artinya generasi terdahulu. Dan salaf umat Islam adalah generasi pendahulunya, yaitu para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Sedangkan orang yang datang setelah itu dan mengikuti jejak mereka disebut salafy. Allah subhanahu wa ta’ala telah merekomendasikan kehidupan beragama para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam firman-Nya (Artinya): “Orang-orang Islam yang pertama, yaitu kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka…

Read More

Mengenal Waktu Shalat

Mengenal Waktu Shalat

Allah Y telah memerintahkan kepada ummat Nabi Muhammad r untuk melakukan shalat lima waktu dalam sehari semalam, dan menetapkan pula batasan waktu pelaksanaan shalat tersebut. Allah berfirman: إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتَابًا مَوْقُوْتَا “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu (kewajiban) yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang beriman”. (An-Nisa’: 103) Pembaca alhujjah yang kami hormati! Pada edisi alhujjah kali ini kami hendak mengangkat tema mengetahui/mengenal waktu-waktu shalat. Tema ini adalah tema yang sangat penting karena mengetahui…

Read More

BERIBADAH DI KUBURAN ORANG SHALEH

BERIBADAH DI KUBURAN ORANG SHALEH

Memuliakan orang-orang yang dikenal alim dan shalih oleh masyarakat adalah pemandangan yang umum kita temukan. Bahkan setelah meninggal, kuburan mereka banyak diziarahi. Dan tidak jarang umat Islam melakukan perjalanan jauh untuk sekedar ziarah ataupun untuk melakukan ibadah shalat, mengaji (membaca al-Qur`an), berdoa, thawaf, menyembelih, nazar dan lain sebagainya. Namun sayang tidak semua ibadah yang disebutkan di atas disyariatkan untuk dilakukan di kuburan.

Read More

FIQIH RAMADHAN – 2/2

FIQIH RAMADHAN – 2/2

1. Hikmah I’tikaf Allah Y mensyari’atkan I’tikaf bagi hamba-Nya agar ruh dan hatinya berkonsenterasi kepada Allah Y semata, serta ketulusannya hanya untuk-Nya, berkhalwah (menyendiri) dengan-Nya, dan memutuskan diri dari kesibukan duniawi, dan hanya menyibukkannya dengan Allah Y. Dia menjadikan seluruh perhatiannya untuk dzikir, cinta, dan perhatiannya kepada-Nya. Selanjutnya, keinginan dan detak jantungnya hanya tertuju pada dzikir kepada-Nya, sehinggga keakrabannya hanya kepada Allah, sebagai ganti dari keakrabannya terhadap manusia. Sehingga kelak di alam kubur & akhirat;…

Read More

FIQIH RAMADHAN – 1/2

FIQIH RAMADHAN – 1/2

QADHA’ PUASA 1.     Kewajiban mengqhada’ puasa bersifat fleksibel dan penuh keleluasaan, walaupun menyegerakannya lebih baik daripada menunda. 2.     Tidak wajib mengqhada’ secara berurutan dan berkesinambungan. Allah Y berfirman: ﴿فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَر… ﴾ “…Maka berpuasalah pada hari-hari yang lain….” (QS. Al-Baqarah: 185) 3.     Orang yang meninggal dunia dan memiliki tanggungan puasa maka walinya menanggung fidyah, dengan memberi makan kepada satu orang miskin sebagai pengganti setiap satu hari puasa yang terluputkan (misal: 5…

Read More

Fiqih Praktis Wudhu

Fiqih Praktis Wudhu

Sidang pembaca yang budiman, wudhu merupakan kunci memasuki ibadah shalat. Rasulullah bersabda: مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ Artinya: “Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkan (dari kegiatan selain shalat) adalah takbiratul ihram, dan yang menghalalkannya adalah salam.” [HR. Ibnu Majah: 276, dishahihkan oleh al-Albani].

Read More

Fiqih Praktis Tayammum

Fiqih Praktis Tayammum

Tayamum adalah salah satu cara bersuci yang berfungsi sebagai pengganti wudhu dan mandi besar. Setelah Allah memerintahkan orang yang hendak shalat untuk berwudhu terlebih dahulu, Allah subhanahu wata’ala berfirman: وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Dan jika kamu sakit atau dalam…

Read More

Fiqih Praktis Janabah

Fiqih Praktis Janabah

Kebersihan jiwa adalah hal utama yang diperhatikan oleh Islam, Allah berfirman: قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu”. [QS. Asy-Syams: 9] Namun Islam tidak meniadakan kebersihan yang bersifat lahiriyah, Allah berfirman: وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ “Dan pakaianmu bersihkanlah”. [QS. Al-Muddatsir: 4]. Penting bagi setiap muslim untuk mempelajari tata cara bersuci, karena seorang muslim yang baligh dan berakal tidak boleh melakukan ibadah yang agung (yaitu shalat) apabila ia berada pada kondisi hadats alias tidak…

Read More

Mencari Rizki Barokah

Mencari Rizki Barokah

Allah telah mengatur ajal dan rezeki manusia. Oleh karena itu, dicari dengan cara apapun, yang halal maupun haram, ia hanya akan mendapatkan apa yang telah ditetapkan Allah atas dirinya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menerangkan ini dalam sabda beliau (artinya): “Sesungguhnya Jibril mengilhamkan ke dalam hatiku bahwa tidak ada satu pun jiwa yang meninggal kecuali telah sempurna rezekinya. maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki. Jangan sampai lambatnya rezeki menyeret kalian untuk mencarinya dengan…

Read More

Jenis-Jenis Air untuk Bersuci

Jenis-Jenis Air untuk Bersuci

Para fuqahâ’ telah membagi jenis air menjadi tiga bagian, jika ditinjau dari sisi kesucian dan fungsinya untuk digunakan sebagai media bersuci (Thahârah). Pertama, al-Mâ-ut Thahûr, yaitu air yang suci dan bisa mensucikan yang lain dari na’jis. Kedua, al-Mâ-ut Thahûr Ghairil Muthahhir, yakni air yang suci (tidak na’jis) namun tidak bisa mensucikan yang lain dari na’jis. Ketiga, al-Mâ-un Najas, yaitu air yang tidak suci alias na’jis dan sudah barang tentu tidak bisa mensucikan yang lain. Berdasarkan…

Read More
1 2 3 4